Langsung ke konten utama

Aku, Kalian, dan Musholah Kita

Musollah itu ramai oleh anak2 yg berlarian,berteriak,tertawa.
teriakan dari bocah2 berumur 4-10 tahun.
aku masih mengenakan seragam sekolah ketika sampai di musolah.jadwalku mengajar.
"ada bu guluuu!!"satu komando dr temannya membuat teman2nya berhamburan ke arahku.
belum sempat membuka sepatu.mereka sudah berkerubung menyalamiku.
Aku tertawa.entahlah..mereka seperti memberi energi semangat untukku.
---
"ini bukan kertas gambalku,bu gulu.ini punya dela.ketukel.."salah seorang dari mereka dengan nada merajuk.
"bu gulu...aku kok gak dapet bintang?"tanyanya dgn ekspresi wajah yg lagi-lagi membuatku tertawa
.
---
usai sudah aku mengajar TPA hari ini.Ku pakai tas sekolahku.
aku dari sekolah memang langsung ke musolah.lelah?tentu saja.
tapi setidaknya kelelahanku terbayar sudah.dgn tawa anak2 itu,
tingkah polos mereka.
ah cerianya kalian bermain dlm dunia kalian yg indah.
dunia kalian yg slalu penuh warna,ajak aku kesana,adik kecil..
senja ini menyisakan sejumput kebahagian.
--
kembali ku baca sms dari salah satu kakak ku.
sms balasan ketika aku mencurahkan inginku berhenti mengajar.
"kenapa?bukannya seru ngajar anak2.
ketemu anak2 kecil itu refreshing lho..
kelas 3 bukan berarti harus berhenti bantu2 ngajar.
justru bisa minta doa ke mereka.
inget kan?barangsiapa menolong agama Allah akan menolongnya
dgn cara yg mungkin tidak kita sangka"begitu petuahnya di sms
dari kota nun jauh dari keramaian ibu kota.
"aku capek"balasku pendek.alasan yg menurutku klise.siapa yg tdk lelah?
hidup toh adalah berjuang.
"tapi capek mu itu utk kebaikanmu sendiri"
aku mengernyitkan dahi.untuk kebaikanku apa?
kebaikan apa yg ku dapat?yg ku tau,aktivitas ku yg satu ini mengurangi jatah istirahatku.
saat itu rasanya aku sangat picik.sebelum kk ku menjelaskan.
"kita tak pernah tahu,kan.kebaikan2 yg selama ini kita dapatkan,
kemudahan hidup,perlindungan dari bahaya.mungkin itu semua karena doa2 anak2 TPA itu.
kita tak pernah tahu,kan?ketika novelmu diterbitkan,cetak ulang.mungkin karena mereka Allah
menghendaki itu utkmu.kita tak pernah tau,sayang.
kita cuma diberi pengetahuan ttg itu sedikit saja.
in ahsantum,ahsantum,de.
ketika kamu berbuat kebaikan,kebaikan itu utk kamu sendiri.
bukan utk aku,atau mereka anak2 TPA itu.tapi untuk kamu sendiri.
keep on fight.Allah akan memberi kekuatan diatas kelelahanmu"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Be a Writer(Impian,Pengorbanan,Penolakan, dan Akhirnya Berbuah Indah)

Assalamu'alaikum wr.wb... Pernah merasakan dan pernah berfikir tidak, hidup kok sepertinya gini-gini aja ya. Tidak ada yang bisa bikin kita bangga, tidak ada yang bisa bikin kita teriak "ini lho gue!!" Berapa tahun hidup di dunia, apa sih yang bisa kita berikan untuk ortu kita,saudara,teman, dan orang-orang sekitar kita. Aku rasa kalian pernah memikirkan hal ini. Itulah yang juga aku rasakan dulu...saat menjelang akhir-akhir ujian SMP dan sampai saat ini. Terlahir dari keluarga buku telah membuat ku begitu mencintai aktivitas membaca. Tiada hari tanpa membaca.Buku ibarat makanan wajib bagiku. Aku ingat betul bagaimana saat membaca buku,laparku jadi hilang, aku jadi malas mandi,aku tidak mau diganggu oleh apapun. Ahh..pokoknya membaca itu aktivitas yang memang sudah  mendarah daging sekali dalam hidupku.Pernah temanku marah karena merasa dicuekin saat aku membaca buku.yaa..dia lagi curhat dan aku malah baca.dengan teganya dia merampas buku yangg sedang kubaca. Karen...

Alur Hidup Kita

Aku sering menginsyafi betapa alur kehidupan yang Allah skenariokan untuk kita begitu menakjubkan. Kadang ia menaruh kita pada latar taman dihiasi bunga-bunga nan berseri. Di lain waktu ia melempar kita pada tempat-tempat penuh kerikil berduri yang tentu saja menyakitkan. Lalu melempar kita ke tempat lain lagi yang membuat kita pada akhirnya bertanya-tanya apa gerangan yang Dia rahasiakan untuk kita. Seringkali pertanyaan-pertanyaan itu membuat kita menuju pada persepsi-persepsi yang keliru tentang takdirNya tentu ditambah dengan keadaan yang membuat kita tak nyaman. Namun, sejauh kita melangkah, Dia tentu sangat baik. Memberikan jawaban lewat berbagai caraNya. Hanya kadang hati kita yang terlalu berdebu tak menyadari bahwa sebenanya Dia tengah mengusap lembut hati kita agar sedikit demi sedikit debu itu hilang, digaantikan dengan cahayaNya. Bagi saya,

Dalam Kenangan

Apa kabar,kawan? Maafku baru bisa mengingatmu kembali. mengingat,bahwa ternyata kau telah pergi dalam kehidupan kami. aku bahkan lupa bahwa kau telah pergi sejak 2 tahun lalu, usai kau dinyatakan lulus SMP. Ah,aku ingat betul sehari sebelum kepergianmu,memandangmu lama. tak ada tanda2 kau hendak pergi meninggalkan semua. hanya saja,kau lebih pendiam hari itu. tak seperti biasa dimana kelas ramai oleh candamu. Kau tau,kawan?