Langsung ke konten utama

Dalam Kenangan



Apa kabar,kawan?
Maafku baru bisa mengingatmu kembali.
mengingat,bahwa ternyata kau telah pergi dalam kehidupan kami.
aku bahkan lupa bahwa kau telah pergi sejak 2 tahun lalu,
usai kau dinyatakan lulus SMP.
Ah,aku ingat betul sehari sebelum kepergianmu,memandangmu lama.
tak ada tanda2 kau hendak pergi meninggalkan semua.
hanya saja,kau lebih pendiam hari itu.
tak seperti biasa dimana kelas ramai oleh candamu.
Kau tau,kawan?

mendapat kabar kematianmu sore itu,aku speechless,
istirja ku ucap selang beberapa menit ku sadar bahwa kematian bisa datang kapan saja,
kepada siapa saja.bahkan diusiamu yg relatif masih sangat muda.
meski begitu,aku masih belum percaya bahkan ketika teman menelponku.
"sudah dapat kabar de?"tanyanya sendu
"ya.."
kau tau?kami terdiam cukup lama utk itu.
utk meyakinkan diri bahwa salah satu teman kami yg setaun membersamai kami,
belajar,bercanda,tertawa..kini telah tiada.
Maafkan kami,Rabb..yg terlalu picik menerima keputusanMu.
Kawan,doa pun mengiringi mu ke tempat terakhirmu.
kepergianmu mengingatkan kami,bahwa kematian adalah sebuah kepastian yg tak bisa ditolak.
Kawan,bahagialah disana.
moga doa dan kebaikanmu menjadi pelita yg menerangi kuburmu.

(In Memoriam Zaenal M)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Be a Writer(Impian,Pengorbanan,Penolakan, dan Akhirnya Berbuah Indah)

Assalamu'alaikum wr.wb... Pernah merasakan dan pernah berfikir tidak, hidup kok sepertinya gini-gini aja ya. Tidak ada yang bisa bikin kita bangga, tidak ada yang bisa bikin kita teriak "ini lho gue!!" Berapa tahun hidup di dunia, apa sih yang bisa kita berikan untuk ortu kita,saudara,teman, dan orang-orang sekitar kita. Aku rasa kalian pernah memikirkan hal ini. Itulah yang juga aku rasakan dulu...saat menjelang akhir-akhir ujian SMP dan sampai saat ini. Terlahir dari keluarga buku telah membuat ku begitu mencintai aktivitas membaca. Tiada hari tanpa membaca.Buku ibarat makanan wajib bagiku. Aku ingat betul bagaimana saat membaca buku,laparku jadi hilang, aku jadi malas mandi,aku tidak mau diganggu oleh apapun. Ahh..pokoknya membaca itu aktivitas yang memang sudah  mendarah daging sekali dalam hidupku.Pernah temanku marah karena merasa dicuekin saat aku membaca buku.yaa..dia lagi curhat dan aku malah baca.dengan teganya dia merampas buku yangg sedang kubaca. Karen...

Alur Hidup Kita

Aku sering menginsyafi betapa alur kehidupan yang Allah skenariokan untuk kita begitu menakjubkan. Kadang ia menaruh kita pada latar taman dihiasi bunga-bunga nan berseri. Di lain waktu ia melempar kita pada tempat-tempat penuh kerikil berduri yang tentu saja menyakitkan. Lalu melempar kita ke tempat lain lagi yang membuat kita pada akhirnya bertanya-tanya apa gerangan yang Dia rahasiakan untuk kita. Seringkali pertanyaan-pertanyaan itu membuat kita menuju pada persepsi-persepsi yang keliru tentang takdirNya tentu ditambah dengan keadaan yang membuat kita tak nyaman. Namun, sejauh kita melangkah, Dia tentu sangat baik. Memberikan jawaban lewat berbagai caraNya. Hanya kadang hati kita yang terlalu berdebu tak menyadari bahwa sebenanya Dia tengah mengusap lembut hati kita agar sedikit demi sedikit debu itu hilang, digaantikan dengan cahayaNya. Bagi saya,

Sajak Palsu (Agus R, Sarjono)

Selamat pagi Pak, selamat pagi Bu, ucap anak sekolah dengan sapaan palsu.   Lalu mereka pun belajar sejarah palsu dari buku-buku palsu.   Di  akhir sekolah mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru untuk menyerahkan amplop berisi perhatian dan rasa hormat palsu.   Sambil tersipu palsu dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan nilai-nilai palsu yang baru. Masa sekolah demi masa sekolah berlalu, mereka pun lahir sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu, ahli pertanian palsu, insinyur palsu.   Sebagian menjadi guru, ilmuwan atau seniman palsu. Dengan gairah tinggi mereka  menghambur ke tengah pembangunan palsu dengan ekonomi palsu sebagai panglima palsu. Mereka saksikan ramainya perniagaan palsu dengan ekspor dan impor palsu yang meng...