Langsung ke konten utama

Postingan

Untuk Adik Hebat

Suatu ketika,ada SMS masuk dari seorang penulis cilik yg sudah menerbitkan banyak buku di usianya yg mungkin sekitar 13 tahun. "Kakak,udah suka bedah novel gtu ya di sekolah2?" "alhamdulillah.sudah beberapa.Kamu pasti lebih banyak,bukumu sudah banyak yg terbit" "hehe..aku belum pernah sama sekali" "masa.di sekolahmu?" "belum juga" lalu dia menceritakan ttg problem di skulnya.ttg karyanya yg sepert i tak dihargai. "bukumu yg mau terbit di launching saja" "nah,itu.gmana tuh launching kaya gtu?ada tuh artis,baru mau nerbitin buku udah mau di launching.trus si itu juga" Aku tersenyum getir. Dik,berbanggalah kita yg meraih apa yg kita inginkan dgn proses yg tak mudah. berbahagialah kita yg mencapai semua itu dari nol. merangkak,berjalan,jatuh,bangk it,lalu berlari. dgn kekurangan kita,dgn fasilitas yg apa adanya. Dik,percayalah..Allah melihat prosesmu. Dik,percayalah.Allah sedang menyiapkan kado terindah...

Kau...Penjajah!!Penjajah!!

aku tersenyum atau lebih tepat menyeringai? mungkin senyum yg menyeringai. disana ku lihat kau tertawa selebar mulutmu, di resto yg hanya segelintir org memasukinya. disana,dgn tanpa rasa berdosa kau bunuh anak2 negeri ini. dgn tingkah polah mu yg menjijikan, ah,kau bukan tidak menyadari. hanya kau krisis nurani. dulu kau bilang negeri ini akan sejahtera, dulu..dgn wajah mu yg terpoles bualan2 manis. menjijikan! ku lihat lagi..dari sisi yg mengenaskan. anak2 yg mengerang kesakitan, ibu2 yg menjerit kesusahan hidup di negeri sendiri. kau,penjajah! menjajah negeri sendiri. kau,pembunuh! pembunuh impian anak2 negeri. kau,penghianat! penghianat yg tak tahu malu!

Kau memang Manusia

"Maka nikmat Tuhan mu yg manakah yg kamu dustakan?" ucapmu membaca firmanNya.membuatku tersentak. mengingatkanku ttg sebuah ayat dlm kitabNya. aku menunduk malu.entah kenapa aku bisa lupa. tak sadar..kristal bening mengalir lembut di pipi.terisak. ku benamkan wajah ke lutut. rasanya..aku seperti ditampar oleh kalimat itu. "tak apa.."kau mencoba menghibur,"begitulah manusia,bukan? ada kala dia lupa ,salah.itu berarti kau memang manusia. kataNya..bukan apakah kau berbuat salah..tapi apakah kau segera kembali kepadaNya jika kau berbuat salah.dgn sebenar-benarnya kembali mu. dan..bukankah Tuhan sangat baik?meluruskanmu dgn berbagai cara. mungkin..lewat cara yg dgn atau tanpa kau inginkan. lewat cara yg kadang tidak kita mengerti.."    

Nasihat Ayah

Pantai Krueng Mane, 2028, dalam dimensi Iqbal Nak, ayah sengaja bawa kamu ke sini karena mau ngomong serius sama kamu. Sekarang kamu sudah baligh. Kamu relatif sudah bisa membedakan yang benar dan yang enggak. Tapi kamu masih terlalu muda buat kenal dunia secara luas, seluas laut dan langit di depan kamu itu. Nak, apa kamu pernah menerka kenapa ayah sangat membatasi kamu nonton TV, kenapa ayah sering potong kabel TV yang baru dibeli ibumu? Apa kamu tahu kenapa ayah sering ajak kamu menjauhi keramaian, kenapa ayah sering banting pemutar musik kamu? Kamu tahu, nak? Itu karena ayah sayang kamu dan gak mau kamu jadi orang-orang bentukan media mainstream yang gak islami. Pada umumnya mereka itu bikin kamu tahu dalam ketidaktahuan. Kamu jadi tahu cara bikin orang ketawa, cara supaya dunia melihat kamu, cara berbahasa yang up to date, dan cara tetap ikut tren. Kamu jadi tahu si artis anu lagi bunting 7 bulan. Kamu dijejali dengan informasi-informasi gak penting...

Al Quds Berkata: "Jika Kalian Kembali Kepada Allah..."

Datang kepadaku seorang pemuda dari Palestina. Ia duduk diatas tanah. Aku berkata: “Duduklah diatas permadani...” Ia menjawab: “Bagaimana aku bisa duduk diatas permadani, sementara Al-Quds tetawan ditangan manusia-manusia ‘kera’ dan ‘babi’.” Aku berkata: “Adakah berita dari Al-Quds?” Ia menjawab: “Aku membawa pertanyaan yang memerlukan jawaban.” Aku berkata: “Pertanyaan apa itu?” Ia menjawab: “Al-Quds memanggil dimana para pahlawannya? Dimana cucu Khalid, Saad dan Bilal? Wahai mereka yang telah hafal surat Al-Anfal, dimana para pahlawan perangmu?” Aku berkata: “Mereka telah lama mati. Negeri-negeri telah lama kehilangan mereka. Mereka lalu digantikan orang-orang yang lemah semangat, tipis perhatian dan mimpi yang tak berbobot.” Ia mengatakan: “ Kami juga menanyakan, kemana para pengusung Risalah? Dimana orang-orang pemberani? Dima orang-orang yang tak mau dihina karena mengerti harga dirinya? Mengapa anak cucu berbeda dengan ayah dan kakeknya?”

Dan Berlabuhlah disini

 Dari FB nya ka Semesta Kecil.. Saat ini, mungkin kita punya tujuan yang sama. Ketika di waktu yang sama kita melihat langit yang sama, di tempat yang berbeda, di jam yang berbeda, di musim yang berbeda, pernah kau pahami? bahwa apa yang kita fikirkan terkadang adalah sesuatu yang sama? meski jarak kita amat jauh. Namun pernahkah kau sadari? suatu saat nanti, ketika TUHAN menghapus satu per satu jarak yang membentang di hadapan kita, barangkali, DIA akan menghapus juga semua yang sama dari pikiran kita semula. Mungkin saat itu tujuan kita berbeda. Ketika kita bisa menatap ke langit yang sama, di jam yang sama dan di tanah yang sama, ada yang berbeda, dan itu adalah pikiran kita. Jika.. hm,jika.. ada tembok besar menjulang di hadapanmu nanti.. percayalah.. itu bukan berarti kau diminta-NYA untuk kembali pulang dan merebahkan anganmu di peraduan hanya karena kau menganggap bahwa IA tak megizinkan. ...