Langsung ke konten utama

Untuk Adik Hebat

Suatu ketika,ada SMS masuk dari seorang penulis cilik yg sudah menerbitkan banyak buku di usianya yg mungkin sekitar 13 tahun.
"Kakak,udah suka bedah novel gtu ya di sekolah2?"
"alhamdulillah.sudah beberapa.Kamu pasti lebih banyak,bukumu sudah banyak yg terbit"
"hehe..aku belum pernah sama sekali"
"masa.di sekolahmu?"
"belum juga"
lalu dia menceritakan ttg problem di skulnya.ttg karyanya yg sepert

i tak dihargai.
"bukumu yg mau terbit di launching saja"
"nah,itu.gmana tuh launching kaya gtu?ada tuh artis,baru mau nerbitin buku udah mau di launching.trus si itu juga"

Aku tersenyum getir.
Dik,berbanggalah kita yg meraih apa yg kita inginkan dgn proses yg tak mudah.
berbahagialah kita yg mencapai semua itu dari nol.
merangkak,berjalan,jatuh,bangkit,lalu berlari.
dgn kekurangan kita,dgn fasilitas yg apa adanya.
Dik,percayalah..Allah melihat prosesmu.
Dik,percayalah.Allah sedang menyiapkan kado terindah untukmu yg diberikannya pada saat yg tepat.
Dik,kelak atas izin Allah,aku akan melihatmu sebagar penulis yg hebat dan senang berbagi.
kelak,kau akan meraih hasil dari apa yg kau perjuangkan.
dan pada saat kau berada pada puncak itu,syukurmu padaNya harus semakin besar.
karena pada akhirnya,kita hanyalah manusia.

~utk adik hebat di Majenang sana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Al Quds Berkata: "Jika Kalian Kembali Kepada Allah..."

Datang kepadaku seorang pemuda dari Palestina. Ia duduk diatas tanah. Aku berkata: “Duduklah diatas permadani...” Ia menjawab: “Bagaimana aku bisa duduk diatas permadani, sementara Al-Quds tetawan ditangan manusia-manusia ‘kera’ dan ‘babi’.” Aku berkata: “Adakah berita dari Al-Quds?” Ia menjawab: “Aku membawa pertanyaan yang memerlukan jawaban.” Aku berkata: “Pertanyaan apa itu?” Ia menjawab: “Al-Quds memanggil dimana para pahlawannya? Dimana cucu Khalid, Saad dan Bilal? Wahai mereka yang telah hafal surat Al-Anfal, dimana para pahlawan perangmu?” Aku berkata: “Mereka telah lama mati. Negeri-negeri telah lama kehilangan mereka. Mereka lalu digantikan orang-orang yang lemah semangat, tipis perhatian dan mimpi yang tak berbobot.” Ia mengatakan: “ Kami juga menanyakan, kemana para pengusung Risalah? Dimana orang-orang pemberani? Dima orang-orang yang tak mau dihina karena mengerti harga dirinya? Mengapa anak cucu berbeda dengan ayah dan kakeknya?”

Beyond The Blackboard

Film ini diangkat dari kisah nyata. Sebuah film yang   menceritakan tentang seorang guru muda bernama Miss Stacey yang ‘mendapat kehormatan’ untuk mengajar di sebuah tempat penampungan. Hari pertama menjadi guru di tempat itu, awalnya Miss Stacey mengira dia akan ditempatkan di sebuah sekolah pada umumnya, tapi dugaannya salah, tempat itu lebih mirip sebagai tempat penampungan, bukan sekolah. Tempat ia mengajar berada tepat bersebelahan dengan kereta. Dengan Suasana yang kacau; para orang tua merokok, beramai-ramai menonton TV bersama anak-anak, bahkan ketika ditunjukkan ke sebuah ruangan yang katanya ruang kelas, Miss Stacey masih ragu bahwa itu adalah ruang tempatnya mengajar murid-muridnya. Kotor, gelap, tidak ada textbook, bahkan ketika ia sedang mengajar di hari pertama, saat kereta lewat, bukan hanya seluruh benda di ruangan itu bergetar, tapi juga dari lubang muncul seekor tikus yang membuat seisi kelas gaduh. Kelas yang jauh dari rasa aman dengan fasilitas yang sang...

Tentang Kepenulisan #1

Pagiiiiiiii..........Hari ini cerah, bukan? Mari kita awali hari ini dengan bismillah dan semoga hal-hal baik membersamai kalian selalu. Setelah saya pikir-pikir, sepertinya blog saya ini kesannya diarish banget deh. nah...mulai saat ini, saya mau juga dong sharing2 ilmu tentag kepenulisan. semoga saja, ilmu yang sedikit ini bisa bermanfaat ya. Buat kalian yang seneng nulis, biasanya seneng juga nih dateng ke seminar-seminar/pelatihan-pelatihan menulis. selain karena ingin bertemu dengan pembicara-pembicaranya yang pastinya seorang penulis, juga pengen tau lebih banyak tentang dunia kepenulisan. Ini ada beberapa hal yang saya dapatkan ketika mengikuti seminar kepenulisan bersama bunda Asma Nadia dan Boim Lebon.