Langsung ke konten utama

Be a Writer(Impian,Pengorbanan,Penolakan, dan Akhirnya Berbuah Indah)

Assalamu'alaikum wr.wb...
Pernah merasakan dan pernah berfikir tidak, hidup kok sepertinya gini-gini aja ya.
Tidak ada yang bisa bikin kita bangga, tidak ada yang bisa bikin kita teriak "ini lho gue!!"
Berapa tahun hidup di dunia, apa sih yang bisa kita berikan untuk ortu kita,saudara,teman, dan orang-orang sekitar kita. Aku rasa kalian pernah memikirkan hal ini. Itulah yang juga aku rasakan dulu...saat menjelang akhir-akhir ujian SMP dan sampai saat ini.
Terlahir dari keluarga buku telah membuat ku begitu mencintai aktivitas membaca.
Tiada hari tanpa membaca.Buku ibarat makanan wajib bagiku.
Aku ingat betul bagaimana saat membaca buku,laparku jadi hilang, aku jadi malas mandi,aku tidak mau diganggu oleh apapun. Ahh..pokoknya membaca itu aktivitas yang memang sudah  mendarah daging sekali dalam hidupku.Pernah temanku marah karena merasa dicuekin saat aku membaca buku.yaa..dia lagi curhat dan aku malah baca.dengan teganya dia merampas buku yangg sedang kubaca. Karena tak mau buku ku diambil, aku dengarkan deh curhatannya meski tatapanku tetap ke buku yang sedang dipegangnya. Pernah setelah selama seminggu dirawat di rumah sakit, pulang dari rumah sakit aku melihat ada buku baru tergeletak di meja.segera kusambar buku itu, padahal hari sudah malam dan ibuku bentar-bentar datang ke kamar, memastikan apakah aku sudah tidur. Kalau ketahuan begitu aku langsung dimarahinya.ya, seringkali aku kena omel ibuku karena sudah malam masih membaca buku. Pernah waktu SD, pulang sekolah lapar sekali. Di rumah ibu belum masak. Dengan langkah gontai ke ruang tamu.begitu melihat ada buku tergeletak kembali aku menyambarnya dan hanyut dalam buku tersebut. Laparku hilang!Ketika ibu selesai masak, beliau menyuruhku untuk segera makan, tapi aku menundanya karena sedang baca buku.Entah kenapa kalau sudah membaca buku semua rasa diluar buku itu aku lupakan.
Sob, tiap kali ke toko buku, aku selalu berharap "Ya Allah,jika kau izinkan,aku ingin, ingiiiinnnn sekali suatu saat nanti buku karyaku terpajang disini, Ingiiiinnnn sekali ya Allah" ya, harapan itu yang selalu aku bawa kemanapun aku pergi dan ketika ke toko buku, harapan itu semakin menjadi.
Meski aku punya cita-cita yang lumayan banyak, tapi cita-cita untuk menjadi seorang penulis tidak pernah berubah dari aku mulai mencintai dunia tulis-menulis sejak kelas 4 SD.Dari situ aku mulai menulis cerpen-cerpen yang hanya dikonsumsi oleh diri sendiri.Dulu sih motivasi menulis datang dari para penulis cilik semisal Abdurrahman Faiz, anaknnya bunda Helvy Tiana Rosa.Ya, jujur, inspirasi ku muncul darinya pertama kali, dan tentu saja juga abang ku yang ikut andil memberiku inspirasi menulis. SMP,cerpen-cerpen ku mulai dibaca oleh teman-teman terdekat.Waktu itu aku sempat mengirimkan salah satu cerpen ke salah satu majalah remaja islam, tapi belum diterima.Kalau istilah pahitnya sih, ditolak!Ugh, biasa aja sih perasaan saat itu, karena saat itu,untuk membesar-besarkan hatiku yg lumayan nyess juga ditolak aku bilang,"oh,mungkin cerita gue gak cocok dimuat disitu,mungkin aja cocoknya untuk penerbit yang wahh.."hehe..agak sombong sih,tapi itu cuma utk membesarkan hati ku aja agar gak down.Oya,itu aku kirim waktu kelas 2 SMP,dimotivasi sama teman sebangku, Lufiana Safitri namanya.
Menjelang ujian aku malah menggarap sebuah novel, yang aku aja pertamanya gak kepikiran kalau itu akan menjadi sebuah novel.Entahlah dulu apa yang aku pikirkan,yang jelas waktu itu ceritanya mengalir aja.Karena masih tetap ingin menjadi pelajar yang baik, aku tidak melalaikan belajar meski disela-sela belajar,aku tetap meneruskan novelku.Yaa...hasil UN ku tidak jelek-jelek amat sih, rata-rata nilai dapat 8.hehe...
Kelas 10 SMA,aku mulai mencoba mengirimkan naskah ku ke Penerbit Mizan.Waktu itu cuma coba-coba aja.Tidak terlalu berharap untuk diterbitkan.Walaupun kalau doa sering minta supaya buku diterbitkan.
Lama menunggu, tak ada kabar.
sebulan....dua bulan...ah, sudahlah. Apa yang mereka bilang, novelku itu biasa saja. tidak layak terbit.
3 bulan....berlalu..4 bulan....belum ada kabar juga. oke baik...baik. lupakan impianmu itu, De.
ah, saat aku sudah benar-benar pasrah menyerahkan semuanya kepadaNya.
Saat itulah Allah memberi hasilnya!
Kau tau apa hasilnya??
Butuh waktu yang lumayan lama untuk meraih impian ku.
Waktu itu...Tanggal 29 Desember 2012...NOVEL KU TERBIT!!!
ALLAHU AKBAR!!!
Saat itu juga aku nangis,Nangis!
Bibir ku bergetar,speechless...
Allah...inikah??
Ternyata, ada maksud tersembunyi atas kejadian demi kejadian yang aku alami.
Ketika membaca,betapa aku banyak belajar tentang kepenulisan dari situ.
Ketika cerpen tak dimuat,ternyata Allah memberi ku Hadiah yang leeeeebbbbbbbiiiiihhh indah dari yang aku bayangkan.
Dari dulu aku selalu yakin bahwa Allah tak pernah menyia-nyiakan usaha hamba-Nya.
Ketika kau punya impian, visualisasikan mimpimu. Karena aku pun begitu.Bagaimana aku berdiriiii lama di toko buku, sambil membayangkan, novel ku akan terpajang disitu.
Aku tak pernah tau kapan waktunya akan terjadi, saat itu yang aku punya adalah keyakinan terhadap impian2 ku, keyakinan bahwa suatu saat nanti ATAS IZIN ALLAH, itu akan terjadi.Itu yang terus aku yakini.
Sob, dulu setiap kali aku ikut seminar atau pelatihan-pelatihan,aku memandang iri kepada pembicara-pembicara yang mengisi acara itu.Sekali lagi,Sob,visualisasikan mimpimu, karena aku pun ketika itu membayangkan dengan sepenuh-penuhnya keyakinan bagaimana aku berdiri dihadapan banyak orang dan aku yang menjadi pembicaranya.Saat itu, terlalu muluk mamang mengingat bahwa aku hanyalah seorang pelajar biasa yang saat itu hanya punya keyakinan bahwa suatu saat nanti, ATAS IZIN ALLAH, suatu yang aku inginkan akan terjadi, dan aku berusaha untuk menjadikan impian itu terjadi.
Kini,ATAS IZIN ALLAH, aku diperkenankan untuk berbagi dan belajar bersama motivasi tentang kepenulisan, di beberapa sekolah.
Duluu....itu hanya impian seorang anak dari keluarga sederhana,seorang pelajar yang dalam keterbatasannya ingin melejitkan dirinya menjadi seorang yang bermanfaat.
Sob, Jangan takut mempunyai impian, dan ketika kau mempunyai impian yakini bahwa suatu saat nanti,entah kapan waktunya, ATAS IZIN ALLAH apa yang kau impikan akan kau raih.
Teruslah bermimpi dengan sebenar-benarnya impian, dengan sebenar-benar dan sekeras-keras tindakan dan pengorbanan,dan jangan lupa sertakan Allah pada setiap impianmu.
KEEP ON DREAMING AND MAKE IT HAPPEN!
" Teruslah bermimpi, karena dengan impian, matahri yang besar dan panas itu dapat kau genggam!"(DANANG AMBAR PRABOWO)

Taruh mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu,
apa yg kamu mau kejar...
Kamu taruh di sini...
jangan menempel di kening.Biarkan...
dia...
menggantung...
mengambang...
5 centimeter...
di depan kening kamu...
Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu.
Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari,
kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri,
kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu NGGAK BISA menyerah.
Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh,
bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu,
segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri...
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu.
Dan...
sehabis itu yang kamu perlu...
Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
lapisan tekad yg seribu kali lebih keras dari baja...
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya...
Serta mulut yang akan selalu berdoa...

(quoted from 5cm: Donny Dhirgantoro)



THIS IS WHAT I AM...
AND...
WHAT ARE YOU??


 My Novel "MATH VS SASTRA"



Sebelum sharing tentang motivasi kepenulisan di SMPN 2 Kota Tangerang Selatan, wawancara dulu oleh Tim Jurnalistik

Jum'at yang cerah, berbagi motivasi kepenulisan dengan adik2 SMPN 2 Kota Tangerang Selatan

Bersama KIR SMAN 86 Jakarta

Bersama Bapak Alan Suherlan, Kepala Sekolah SMPN 2 TangSel

2 tahun miladnya Rumah Belajar Shareefa, Bedah novel MATH VS SASTRA

Di UIN Jakarta.Agak grogi karena ngisi di acara anak Kuliahan, ada dosen  pula.

Angga namanya.Dapat Doorprize novelku

@Islamic Book Fair 2012





Poster acaranya SMILE FOR INDONESIA.Aku diundang jadi guest speaker.hihi



"Karena dengan menulis, meski kau telah tiada,sejatinya kau tetap ada.So,tulislah tentang kebenaran hingga kebenaran menuliskanmu"


Komentar

  1. ASYIK.. INTINYA JANGAN PERNAH MENYERAH.

    BalasHapus
  2. Dede hebat banget ya Allah, dari dulu ririn pengen jadi penulis tapi takut >_<

    BalasHapus
  3. subhanaAlloh aku makin terinspirasi hhhe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Itu Aku Menemukannya

Ya Allah, hari itu aku menemukannya, sosok yang kata-katanya membuatku terbuai, jiwa yang santunnya membuatku tersentuh, dan pesona yang hatinya membuatku enggan untuk tidak memercayainya. Syukurku selalu pada-Mu ya Allah, sebab Kau telah memberiku kesempatan dan kepercayaan atas titipan cinta-Mu yang kian aliri diriku untuk terus dan terus tanpa henti dan tak lelah menanti hanya dengan membawa satu makna bahwa aku adalah seorang yang sangat memedulikannya. Kuharap Engkau selalu membimbingku ya Allah, agar suatu saat ketika semua ini harus kutinggalkan, sebentuk kata akan mengiriku, menemaniku, dan meyakinkan jiwaku bahwa aku telah membuatnya berarti. Aku tahu bahwa pada suatu saat nanti aku harus pergi. Juga kutahu bahwa aku harus meninggalkannya, namun Ya Rabb wahai Zat yang Mahakuasa…. Tidakkah Engkau melihat…? Tidakkah Engkau mendengar…? Bahwa tak pernah kulewatkan satu saat pun dalam segala shalat dan tahajudku untuk tidak meminta yang terbaik untuknya kepada-Mu?...

Surat Untuk Quthz #2

Qutz, Aku menyusuri kembali jalan-jalan di mana kita pernah menyejajari langkah kita sambil kau tak henti merapal kisah dan peristiwa. Di salah satu toko buku kau pernah memaksaku membeli Api Sejarah. Kupikir, untuk apa lagi aku membelinya jika setiap halaman dalam buku tersebut bisa kudengar darimu secara detil. Tapi kau tau, diam-diam aku membelinya. Benar, ada perasaan yang tidak kau temukan dibandingkan berkomunikasi langsung dengan sang penulis melalui tulisannya. Kupikir, itu hanya karena style belajarku dan belajarmu saja yg cukup sama. Orang lain bisa jadi tak sama dengan kita.  Hampir setahun. Toko buku di persimpangan sudah ada beberapa yg tutup.  Banyak yg hilang dari kita, Quthz. Bukan hanya tentang menghabiskan waktu di HB Jassin, Masjid Amir Hamzah, atau menghentikan angkutan umum dari Atrium, menyusuri Kramat Raya menuju perpustakaan Dewan Dakwah.  Yang hilang dari kita, menyegerakan amal atas ilmu yang sudah diketahui. Rasa-rasanya, aku rindu petang mu...

Memori Emas

Suatu saat nanti, aku tau kalian akan menjelma sosok yang tidak lagi bersamaku. Sekedar mendengar bacaan qur'an mu yang semakin lancar, hafalan qur'an mu atau seperti yang kamu katakan "kak, hari ini saya muroja'ah saja" Ekspresi mu yang sesekali tersenyum malu-malu setiap ku tanya "sudah solat ashar? Tadi sholat zuhur? Subuh?" Ah kakak kenapa setiap hari menanyakan itu. Dulu, saat awal-awal. Tapi semakin kesini, justru kalian yang mengingatkan jika aku sengaja atau tanpa se ngaja tidak bertanya "ka, engga ditanya udah sholat atau belum nih?" Boleh aku mengartikan itu sebuah kerinduan? Jika satu saat nanti dan aku tau kita tak bersama lagi, mungkin aku akan merindukan saat petang lalu kita menatap senja lama-lama di atas danau sambil melantunkan zikir pagi dan petang yang belum separuhnya kalian hafal. Juga tentang tanya-tanya ingin tahu kalian, "ka, di akhirat nanti apa kita bisa ngaji bareng-bareng lagi?Ngaji bareng di pin...