Langsung ke konten utama

Sepotong Episode


Entah kenapa gue kangen masa-masa SMP bareng kalian. Masa yang menurut gue  banyak cerita yang kita toreh di SMPN 2 Kota Tangerang Selatan Tercinta. Kalian inget gak, dulu waktu bel istirahat benyi kita langsung main lirik-lirikkan sambil buru-buru beresin alat-alat tulis kita terus langsung lari sekuat tenaga menuju musollah dengan satu tujuan:NGEREBUTIN MUKENA BUTUT buat sholat Dhuha. Temen-temen dari kelas lain takjub ngeliat bocah kelas 3 SMP lari-larian menuju musollah. Ada yang geleng-geleng kepala lah, ada yang bilang kita lebay lah, ada yang senyum-senyum juga ada yang memandang dengan pandangan childish-banget-sih-kalian. Ah, seandainya mereka tau betapa bahagianya kita saat itu, lari-larian sambil ketawa, gak peduli sepatu kemana-mana saat kita buru-buru masuk masjid, bahkan sampe sekarang moment kayak gitu masih kerasa dan ngebuat gue pengen balik ke masa itu lagi.
Bersama kalian, sahabat-sahabatku.
Sampe di musollah kita berebutan ngambil mukena punya sekolah yang paling mendingan (padahal semjanya butut), setelah mukena ada di genggaman, kita megangin perut yang kesakitan akibat lari-larian sambil ketawa. Itu terjadi hampir setiap hari selama setahun. Lagi sholat, ada aja yang masih bisa bikin kita ketawa. Astaghfirullah..inget gak waktu kita sholat, Tape sholat paling depan. Gue, dwi en renita di belakangnya. Eh tiba-tiba  bawahan mukena tape melorot tapi tapenya diem aja, tetep aja neusin sholatnya. Mungkin saking khusunya sampe gak nyadar klo bawahannya melorot. Sebenernya gue dan dwi bisa aja nahan tawa ngeliatnya, kalau aja renita gsk ngakak dengan tiba-tiba(gila…lagi sholat masih sempet-sempetnya ngakak. Stress…) dengan sukarela gue dan wi pun ikut nyumbang ketawa ngakak. Udah gitu renita gk berenti-berenti ketawa gak jelas sampe mia nyangkanya renita tuh kesurupan(daru dulu mi…). terus..terus  kalian inget gak waktu mia lagi sholat bawahan mukenanya melorot juga, tapi lagi-agi mungkin saking khusunya dia gak nyadar dan akhirnya naluri pembantu renita muncul dengan cara dia  megangin bawahan mukena mia biar gak melorot.wkwkwkw….
Udahan sholat kita saling nunggu-nungguin buat jajan. Setelah gue piker-pikir, ngapain kita lari-larian, cepet-cepetan ngambil mukena kalo toh akhirnya barengan juga.hahai…Tapi mungkin itulah uniknya kita. Berlomba-lomba tapi tetap bareng-bareng*maksudnya???
Kadang gue mikir masa lalu kok indah benget ya sampe bikin gue nangis nginget itu semua. Ah, masa lalu…sekarang ada gak ya di SMP kita bocah-bocah ajaib like us yang gak jelas tapi tujuannya jelas. Yang disaat kompetisi balap lari masih sempet-sempetnya salaman sama guru yang kebetulan lewat. Bener-bener ajaib. Kayaknya momen kayak gitu Cuma dikasih ke kita ya, buat ngingetin sewaktu-waktu kalo kita lagi males sholat kita inget kalau dulu, di fase kehidupan kita, setidaknya kita saling mengingatkan. Sekarang, bagaimana keadaan kalian? Apa kalian masih lari-larian dalam artian masih semangat buat ngejalanin sholat meskipun di sekolah yang berbeda, atau justru kalian semakin menjauh dari musolah dalam arti lain sholat adalah masa lalu kalian bersama kita-kita? Kejadiannya itu memang masa lalu,Gan, tapi kewajbannya itu yang tetap harus dilaksanakan.
Ok, Tetap Semangat ya!
Kalo bisa kalian jadi pioneer buat ngajak temen2 kalian back to mosque buat sholat. Sehingga masa-masa indah itu akan terulang lagi meski waktu dan tempatnya berbeda.
SALAM SUPER!
Sebuah kisah masa lalu hadir di benakku
Saat ku lihat surau(musollah) itu menyibak lembaran masa…
Yang indah…dan ceria…bersmamu…..
Sepotong episode masa lalu aku
Episode sejarah yang membuat ku kini merasakan bahagia dalam Diin-Nya
Mengubah arahan langkah di hidupku
Setiap sudut surau itu menyimpan kisah
Kadang ku rindu cerita yang tak pernah hlag kenangan
Bersama…mencari…cahaya-Mu….








Habis dari Islamic Book Fair 2010,selesai Bimbel

Di Jalan raya,setelah dari Islamic Book Fair




Ini hari Kamis fotonya.Stress mikirin UN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Al Quds Berkata: "Jika Kalian Kembali Kepada Allah..."

Datang kepadaku seorang pemuda dari Palestina. Ia duduk diatas tanah. Aku berkata: “Duduklah diatas permadani...” Ia menjawab: “Bagaimana aku bisa duduk diatas permadani, sementara Al-Quds tetawan ditangan manusia-manusia ‘kera’ dan ‘babi’.” Aku berkata: “Adakah berita dari Al-Quds?” Ia menjawab: “Aku membawa pertanyaan yang memerlukan jawaban.” Aku berkata: “Pertanyaan apa itu?” Ia menjawab: “Al-Quds memanggil dimana para pahlawannya? Dimana cucu Khalid, Saad dan Bilal? Wahai mereka yang telah hafal surat Al-Anfal, dimana para pahlawan perangmu?” Aku berkata: “Mereka telah lama mati. Negeri-negeri telah lama kehilangan mereka. Mereka lalu digantikan orang-orang yang lemah semangat, tipis perhatian dan mimpi yang tak berbobot.” Ia mengatakan: “ Kami juga menanyakan, kemana para pengusung Risalah? Dimana orang-orang pemberani? Dima orang-orang yang tak mau dihina karena mengerti harga dirinya? Mengapa anak cucu berbeda dengan ayah dan kakeknya?”

Beyond The Blackboard

Film ini diangkat dari kisah nyata. Sebuah film yang   menceritakan tentang seorang guru muda bernama Miss Stacey yang ‘mendapat kehormatan’ untuk mengajar di sebuah tempat penampungan. Hari pertama menjadi guru di tempat itu, awalnya Miss Stacey mengira dia akan ditempatkan di sebuah sekolah pada umumnya, tapi dugaannya salah, tempat itu lebih mirip sebagai tempat penampungan, bukan sekolah. Tempat ia mengajar berada tepat bersebelahan dengan kereta. Dengan Suasana yang kacau; para orang tua merokok, beramai-ramai menonton TV bersama anak-anak, bahkan ketika ditunjukkan ke sebuah ruangan yang katanya ruang kelas, Miss Stacey masih ragu bahwa itu adalah ruang tempatnya mengajar murid-muridnya. Kotor, gelap, tidak ada textbook, bahkan ketika ia sedang mengajar di hari pertama, saat kereta lewat, bukan hanya seluruh benda di ruangan itu bergetar, tapi juga dari lubang muncul seekor tikus yang membuat seisi kelas gaduh. Kelas yang jauh dari rasa aman dengan fasilitas yang sang...

Tentang Kepenulisan #1

Pagiiiiiiii..........Hari ini cerah, bukan? Mari kita awali hari ini dengan bismillah dan semoga hal-hal baik membersamai kalian selalu. Setelah saya pikir-pikir, sepertinya blog saya ini kesannya diarish banget deh. nah...mulai saat ini, saya mau juga dong sharing2 ilmu tentag kepenulisan. semoga saja, ilmu yang sedikit ini bisa bermanfaat ya. Buat kalian yang seneng nulis, biasanya seneng juga nih dateng ke seminar-seminar/pelatihan-pelatihan menulis. selain karena ingin bertemu dengan pembicara-pembicaranya yang pastinya seorang penulis, juga pengen tau lebih banyak tentang dunia kepenulisan. Ini ada beberapa hal yang saya dapatkan ketika mengikuti seminar kepenulisan bersama bunda Asma Nadia dan Boim Lebon.