Langsung ke konten utama

Postingan

Buncit dan Sok Alim

“Apa ini?” Kata Umar sambil menepuk perut seorang buncit. Puk puk puk... “Ini karunia dari Allah?” Jawab si buncit dengan PD-nya. “Ini justru azab dari Allah!" Sergah Umar. Umar berseru, “Wahai manusia! Hindari perut yang besar karena membuat kalian malas melaksanakan shalat, merusak organ tubuh, menimbulkan banyak penyakit. Makanlah kalian secukupnya agar kalian semangat melaksanakan shalat, terhindar dari sifat boros dan lebih giat beribadah kepada Allah.” Pada kesempatan yang lain Umar keheranan setengah anyel. “Kenapa orang itu berjalan seperti itu?” tanya Umar ketika melihat seseorang yang berpenampilan lusuh dan klemar-klemer . “Tak pantas seorang mukmin berjalan lambat dan berpenampilan kumuh.” Sikap umar yang blak-blakan memang tidak biasa membiarkan sesuatu yang dirasanya salah berlalu begitu saja darinya. “Hei,” tegur Umar, “engkau merusak Agama Islam dengan penampilanmu itu. Tegaklah saat berjalan dan tampakkan kemuliaan Islam!” Umar melanjutkan, “keliru ...
Perempuan yang tengadah dalam doa-doa malamnya adalah yang paling merunduk dalam ilmunya, yang piawai dalam dalam menata perasaannya, yang takzim pada muara kebaikan, yang tegak dalam kebenaran, yang teguh dalam prinsip, yang menari bersama kesabaran, yang hidupnya tidak cukup untuk dirinya seorang, yang ridha dalam ketetapan. Perempuan yang ridha dalam ketetapan, yang hidupnya tidak cukup untuk dirinya seorang, yang menari bersama kesabaran, yang teguh dalam prinsip, yang tegak dalam kebenaran, yang takzim pada muara kebaikan, yang piawai dalam dalam menata perasaannya, yang paling merunduk dalam ilmunya adalah yang tengadah dalam doa-doa malamnya.

Di Bawah Naungan Nubuwwah (Rasulullah, Doa Nabi Ibrahim dan Busyro Nabi Isa)

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Mahakuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Baqoroh: 129) Doa Nabi Ibrahim akhirnya dikabulkan oleh Allah setelah tiga ribu tahun kemudian. Pengabulan doa Nabi Ibrahim ini tertera di QS. Al Jumuah: 2, “Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan jiwa mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah(Sunnah) meskipun sebelumnya mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.”

Jahiliyah dan Kondisi Masyarakat Arab dan Dunia Sebelum diutusnya Rasulullah

“Simpul kekuatan Islam akan terurai satu per satu manakala seseorang tumbuh dalam Islam tanpa mengenal jahiliyyah.” (Umar bin Khattab) Tidak berlebihan kalimat sahabat utama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Umar Bin Khattab yang seringkali perkataan dan pendapatnya dibenarkan dalam Al Qur’an. Seorang yang paham tentang jahiliyyah akan merasakan betapa indahnya berada dalam naungan Islam. Ia memiliki perbandingan ketika hidup dalam kungkungan jahiliyyah dengan hidup berlandaskan nilai-nilai Islam. Seperti Umar bin Khattab yang pernah menertawakan kejahiliyahannya. “Dahulu di masa jahiliyyah…” kenangnya,

Sehimpun Inspirasi dari Dauroh Indonesia Murojaah

Bismillahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahilladzii bini’matihii tatimmusshalihat. Pada bagian 1 ini saya akan menuliskan hal-hal terkait murajaah yang disampaikan KH. Deden M. Makhyaruddin pada Dauroh Indonesia Murajaah yang diselenggarakan pada 29 Desember 2017- 4 Januari 2018 lalu di Pondok Pesantren Al Mustaqimiyyah. Kita mulai dengan sebuah kutipan yang disampaikan oleh Ustad Deden, “Setiap orang bisa menghafal Qur’an, bahkan orang munafik pun bisa. Tapi hanya orang-orang beriman yang mampu memurajaahnya.” Mendengarnya seperti ditembak dari berbagai sisi. Setelah saya renungi, benar juga, menghafal Qur’an itu hanya pekerjaan sekali yang kurun waktunya bisa pendek, bisa juga panjang. Ada orang yang 3 bulan, bisa menghafal 30 Juz Al Qur’an, ada yang 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, bahkan mungkin lebih. Tetapi murojaah adalah pekerjaan seumur hidup yang tidak bisa hanya beberapa bulan atau setahun dua tahun dilakukan, tetapi seumur hidup! Sampai Allah mengatakan, “wahai ha...

Menulis Fiksi, Haram! Atau Menulis Fiksi, Haram?

Tadi sore, seorang adik kelas di organisasi kampus bertanya perihal tulisan fiksi. Ia ingin menulis fiksi tapi tebentur dengan pandangan, ada ustad yang mengatakan bahwa menulis fiksi itu haram karena sama saja berdusta.  Saya langsung tersenyum mendengarnya. Menduga siapa ustad yang dimaksud dan benar dugaan saya. Saya langsung mengangguk sendiri padahal kami sedang ngobrol via chat whatsapp. Ustad tersebut punya dalil dan mengacu kepada ulama yang memang mengharamkan. Saya berhusnuzhan bahwa beliau-beliau adalah orang-orang yang memang sangat menjaga dan tidak ingin terjerumus kepada perkara-perkara sifatnya masih banyak perbedaan pendapat di dalamnya. Saya pun menjawab dengan kapasitas ilmu saya yang masih sangat dangkal ini. Ada beberapa kalimat tambahan yang tadi tidak saya sampaikan kepadanya tapi saya tuliskan di sini sebagai informasi saja. Terkait masalah haram-tidaknya, sama seperti halnya gambar, ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya. Ada yang benar-benar meng...

Cara Menghadapi Masalah

Kau bertanya kepadaku bagaimana cara untuk tegar. Qutz, kau bertanya kepada orang yang masih cengeng menghadapi persoalan hidupnya sendiri. Aku merasa tidak punya kapasitas untuk menjawabnya. Maka, mari kita temui Khabbab bin Al Arat, seorang budak milik Quraisy. Yg demi keimanannya kepada Allah dan Rasul-Nya, ia mengalami berbagai macam ujian dan siksaan. Puncaknya, ketika tuannya memanggangnya dalam api sehingga api itu padam sendiri oleh lemak yg meleleh dari punggungnya. Yg karena iman itu jugalah, ia mampu menanggung pedihnya siksaan. Mari kita lihat Mush'ab bin Umair, Qutz. Pemuda Rupawan, tajir, dielu-elukan kaumnya, kasih sayang ibunya. Apa yg ia inginkan akan didapatkan dari ibunya. "Seolah-olah dia adalah pemuda dari kalangan penduduk surga." "Belum pernah aku melihat seorang yg diberi kenikmatan lebih di kota Mekkah ini selain Mush'ab bin Umair. Lalu, karena keimanannya kepada Allah dan Rasulnya ia menjual dunia utk membeli akhiratnya. Ia disiksa...