Langsung ke konten utama

Postingan

Nasihat Ayah

Pantai Krueng Mane, 2028, dalam dimensi Iqbal Nak, ayah sengaja bawa kamu ke sini karena mau ngomong serius sama kamu. Sekarang kamu sudah baligh. Kamu relatif sudah bisa membedakan yang benar dan yang enggak. Tapi kamu masih terlalu muda buat kenal dunia secara luas, seluas laut dan langit di depan kamu itu. Nak, apa kamu pernah menerka kenapa ayah sangat membatasi kamu nonton TV, kenapa ayah sering potong kabel TV yang baru dibeli ibumu? Apa kamu tahu kenapa ayah sering ajak kamu menjauhi keramaian, kenapa ayah sering banting pemutar musik kamu? Kamu tahu, nak? Itu karena ayah sayang kamu dan gak mau kamu jadi orang-orang bentukan media mainstream yang gak islami. Pada umumnya mereka itu bikin kamu tahu dalam ketidaktahuan. Kamu jadi tahu cara bikin orang ketawa, cara supaya dunia melihat kamu, cara berbahasa yang up to date, dan cara tetap ikut tren. Kamu jadi tahu si artis anu lagi bunting 7 bulan. Kamu dijejali dengan informasi-informasi gak penting...

Al Quds Berkata: "Jika Kalian Kembali Kepada Allah..."

Datang kepadaku seorang pemuda dari Palestina. Ia duduk diatas tanah. Aku berkata: “Duduklah diatas permadani...” Ia menjawab: “Bagaimana aku bisa duduk diatas permadani, sementara Al-Quds tetawan ditangan manusia-manusia ‘kera’ dan ‘babi’.” Aku berkata: “Adakah berita dari Al-Quds?” Ia menjawab: “Aku membawa pertanyaan yang memerlukan jawaban.” Aku berkata: “Pertanyaan apa itu?” Ia menjawab: “Al-Quds memanggil dimana para pahlawannya? Dimana cucu Khalid, Saad dan Bilal? Wahai mereka yang telah hafal surat Al-Anfal, dimana para pahlawan perangmu?” Aku berkata: “Mereka telah lama mati. Negeri-negeri telah lama kehilangan mereka. Mereka lalu digantikan orang-orang yang lemah semangat, tipis perhatian dan mimpi yang tak berbobot.” Ia mengatakan: “ Kami juga menanyakan, kemana para pengusung Risalah? Dimana orang-orang pemberani? Dima orang-orang yang tak mau dihina karena mengerti harga dirinya? Mengapa anak cucu berbeda dengan ayah dan kakeknya?”

Dan Berlabuhlah disini

 Dari FB nya ka Semesta Kecil.. Saat ini, mungkin kita punya tujuan yang sama. Ketika di waktu yang sama kita melihat langit yang sama, di tempat yang berbeda, di jam yang berbeda, di musim yang berbeda, pernah kau pahami? bahwa apa yang kita fikirkan terkadang adalah sesuatu yang sama? meski jarak kita amat jauh. Namun pernahkah kau sadari? suatu saat nanti, ketika TUHAN menghapus satu per satu jarak yang membentang di hadapan kita, barangkali, DIA akan menghapus juga semua yang sama dari pikiran kita semula. Mungkin saat itu tujuan kita berbeda. Ketika kita bisa menatap ke langit yang sama, di jam yang sama dan di tanah yang sama, ada yang berbeda, dan itu adalah pikiran kita. Jika.. hm,jika.. ada tembok besar menjulang di hadapanmu nanti.. percayalah.. itu bukan berarti kau diminta-NYA untuk kembali pulang dan merebahkan anganmu di peraduan hanya karena kau menganggap bahwa IA tak megizinkan. ...

Muhasabah Jum'at Sore

Siang yang panas di kelas kami. Waktu menunjukkan pukul 15.00 Waktu Madinatul Ilmi, itu artinya waktunya ganti jam pelajaran. Muhadhoroh. Pelajaran yang kami nanti-nantikan sejak dari dalam kandungan sampai ke liang lahat. *jiaahh…lebay ini mah. Sayangnya, guru kami tercinta, Ustad Apriliza tak kunjung datang. Denting jarum jam terus berbunyi. Iramanya mengikuti lagu dangdut yang sedang hits akhir-akhir ini. Dimana…dimana…dimana… haha. Raut-raut lumutan tergambar dari wajah para penghuni kelas . Tampang-tampang lapar dan gak punya duit itu memandang memelas kea rah pintu masuk kelas yang ditendang langsung jebol. Gelisah wajah-wajah penuh harap menunggu. Bukan menunggu ustad April, tapi menunggu kalau-kalau Ustad Rudi masuk kelas kami dan membawa kabar gembira bahwa kami bisa pulang cepat. Ah, sayang sekali. Tak ada berita itu untuk hari ini, karena ternyata Ustad April baru saja sampai. Hilang sudah harapan kami untuk pulang lebih cepat. Ditunggu-ditunggu…Ustad April tak kunjung ...

Keroyokan

                Gue gak tau apa yang ada di benak teman-teman gue waktu nulis nih tulisan. Yang gue inget, dulu lagi pelajaran tiba-tiba temen gue yang lahir dengan nama Lia Monica nyodorin buku gembel (Sumbbppaahh…gembel banget), entah udah berapa kali tuh buku keujanan, atau mungkin masuk mesin cuci, atau mungkin juga kelelep banjir, atau mungkin ketumpahan kopi, es teh ( yahh..pokoknya “atau mungkin”lainnya yang   bahkan bisa bikin gak mungkin. Apa siihhh…) . Parah dah, malah kagak ada kovernya lagi. yaa…untung gue inget peribahasa yang mengatakan “ Don’t judge a book by it’s a cover” yang artinya “jangan membuang buku yang gak ada kovernya” (halaaaahh…apa sih?”) lo pada tau kannnnnn artinyaaaa??? Tau kaaaannnnn?? Tapi kenapa gak bilang ke gueeehhh?? Kenapaaaa?? Apa salahkuuuhhhh?? (virus alay merebak nih..) nih gue kasih tau: “JANGAN MENILAI BUKU DARI COVERNYA!” bener kan ya itu artinya? Bener  ...

Bu Guru, sekolah itu apa sebenarnya?

Bu Guru,  sekolah itu apa sebenarnya? Aku murid kelas 5 SD. Datang pagi setiap hari. Berbaris rapi dan cium tangan hormat sebelum masuk kelas.  Pelajaran pertama  matematika. Mudah sekali. Nilaiku selalu diatas sembilan. Pelajaran kedua Bahasa Indonesia. Ada peribahasa dan latihan membuat paragraf. Sesekali menjadi karangan. Karanganku tidak selalu baik. Setidaknya mendapat nilai tujuh. Pelajaran ketiga  IPA. Aku suka melihat pelangi, dan aku mengerti bagaimana proses terjadinya.  Ah nilaiku tak pernah kurang dari sembilan.  Hari-hari di sekolah, bermain dengan kawan-kawan dikelas secara sembunyi atau di lapangan saat jam istirahat. Atau  saat menunggu jemputan pulang. Tapi apakah sekolah itu? Kemaren aku dimarahi ayah karena tidak bisa menjaga adikku sehingga jatuh. Kata ayah “Percuma saja kamu juara kelas kalau mengurusi adik saja tidak bisa”. Ah aku kan anak pintar. Tapi tidak ada pelajaran yang mengajari bagaimana caranya bertanggung...

Sore di Masjid Al Ikhlas Jatipadang

Di Aula Masjid Al Ikhlas Jatipadang... Sore semakin menunjukkan suasana sejuknya. Sabtu yang selalu dinanti kebanyakan kaula muda untuk malam mingguan. Tapi tak begitu dengan yang dilakukan oleh para jomblo FORTRIS. Sore ini...mereka berkumpul di masjid Al Ikhlas Jatipadang untuk mempersiapkan acara Rohis Festival For Palestine yang akan diselenggarakan esok hari. Aula masjid al ikhlas dipenuhi kesibukan. File2 yang berceceran dimana-mana, saat ini di aula cuma ada akhwatnya.ikhwannya lagi di luar. Di ujung sana...Ririn lagi melayang ke dunia impian.entah sampai kapan dia terbangun.semoga tak seperti ashabul kahfi yag tidur selama 309 tahun. Di samping gue, Baya sedang bernasyid ria sambil ol-an.kadang-kadang kepalanya goyang2 mengikuti irama nasyid. Empat akhwat tangguh yang terdiri dari Monika, Dwina, Putri dan Mufida  sedang sibuk bikin nametag dan ngurusin kesekretariatan. Dua ikhwan dateng lagi. Masuk2 langsung makan mie ayam. Laper kali.. sampai saya menyelesaikan...