Langsung ke konten utama

For me, For You, For Us!


v Melangkah ke alam perjuangan berarti rela dalam kepahitan. Biarlah diri menangis terluka, kecewa. Asal tetap berada di jalan Allah SWT. Daripada mati tanpa menjadi mujahid! Kita tak sanggup selamanya terluka. Tapi ingatlah, setiap tetesan “darah” dari luka dan airmata itulah mahar kita ke surga-Nya. Jika ditanya: “Kenapa perjuangan itu pahit?” maka jawabannya adalah: “Karena surga itu manis…”
v Andaikan dakwah bisa tegak seorang diri, tak perlu Musa mengajak Harun. Tak perlu pula Rasulullah mengajak Abu Bakar untuk menemaninya berhijrah. Meskipun pengemban dakwah itu seorang yang alim, faqih, dan memiliki azzam yang kuat, tetap saja ia manusia lemah dan akan selalu membutuhkan saudaranya meskipun saudaranya itu memiliki keterbatasan. Jagalah saudaramu selalu dan jangan kau sia-siakan ia. Karena ia merupakan anugerah terindah dari Allah untukmu.
v Berpenat-penatlah dalam dakwah. Berlelah-lelahlah di dalamnya. Boleh jadi saat semua amal kita tidak cukup bekal, maka tetesan-tetesan airmata dan butiran-butiran keringat itulah yang akan menjadi syafa’at kita di hari akhir kelak.
v Andai surga terlihat di setiap amal baik kita, di setiap jalan dakwah kita, tentu orang-orang akan berlomba-lomba melaksanakannya. Tapi Allah menutupi surga-Nya untuk memilih hamba yang benar-benar berjuang di jalan-Nya.
v Teruslah melanglang buana di jalan cinta para pejuang. Menebar kebajikan, menyeru pada iman. Walau duri merentaskan kaki, kerikil mencacah telapak. Sampai engkau lelah, hingga kelak ke surga-Nya.
v Para pemburu surga takkan henti merangkai amal. Ada yang harus diwujudakan. Ada pengorbanan yang harus dikeluarkan. Ada karya nyata yang harus dipersembahkan. Suatau kemuliaan ketika kita bisa menjadi INSPIRASI KEBAIKAN bagi orang-orang di sekitar kita.
v Bangsa ini membutuhkan pemuda-pemuda perkasa. Yang bekerja keras ketika yang lain terlena. Yang berani mengambil resiko ketika yang lain lemah. Yang terus bergerak maju ketika yang lain ragu. Dan… pemuda itu adalah KITA.
v Bukan mujahid jika tiada berpeluh. Bukan pula jika berpeluh. Mujahid jika ia tak ada gentar. Mujahid jika ia bersabar. Semoga Allah memberi kita semangat untuk menjadi pejuang sejati!
v Kita adalah rangkaian mata rantai dari generasi-generasi tangguh dan tahan uji. Maka sekali lagi, tekanan dari luar, pengkhianatan dari dalam, dan kesepian dalam berjuang tak seharusnya membuat kita lemah. Semangat kawan!
v Kita berada dalam shaf dakwah yang panjang. Anak panah dari sekian banyak anak panah Allah. semanagat telah dikobarkan. Secuil harta yang kita punya telah diinfaqkan. Hanya saja apakah pengorbanan itu sudah sukup untuk membebaskan kita dari neraka-Nya? Ya Allah, ampuni kami dari siksa-Mu. Soal keberhasilan adalah janji-Mu yang kami tak pernah ragu. Sekarang hanya saatnya bagi kami untuk berusaha dan berdo’a di sepertiga malam-Mu. Keep fight, kawan!
v Bersinarlah dengan sinar semangat-Mu. Teruslah tegar dalam dakwahmu hingga Allah tersenyum padamu. Langkah-langkah kecil jihad kita takkan mampu mencapai cita-cita kita yang besar kecuali dengan kesabaran.
v Kepada mereka yang senantisa bersabar dalam hidupnya. Yang nafasnya sebuah perjuangan. Yang degup jantungnya adalah pengorbanan. Yang senyum dan marahnya untuk persaudaraan. Semoga Allah senantiasa melindungimu.
v Kadang kita mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur dan jatuh. Sehingga kita berkata “lelah”. Ada yang lelah, tubuhnya penat, tapi semangatnya kuat. Ia selalu berkata “lillah” “karena Allah”. tetaplah semangat!
v Sahabatku, jadilah kalian manusia-manusia langit yang berada di surga. Manusai yang hidup bersama kebenaran dan tak pernah takut mati dalam menggapai ridha Illahi. Manusia yang tahu ke mana harus menjual nyawa dan hidupnya!
v Mahasiswa sejati adalah mahasiswa yang mampu menjalankan amanah yng diberikan kepadanya. Bukan mahasiswa yang lari dari amanah dengan alasan bahwa dirinyalah yang paling sibuk. Justru karena berani dan siap menjalankan amanah itulah ia dikatakan sebagai mahasiswa, bukan lagi sebagai pelajar yang cengeng dan manja. Sungguh, kitalah yang membutuhkan amanah. Bukan amanah yang membutuhkan kita!
v Tak perlu ada acungan jempol. Apalagi pujian dan tepuk tangan. Karena tak ada yang lebih bernilai ketika segala keletihan, kelelahan, dan amalan kita dibayar dengan keridhaan Allah dan jannah di sisi-Nya.
v Segala ujian hidup itu harus dijawab dengan deklarasi keimanan, prestasi keshalihan, dan kompetisi dalam kebaikan. Maka bersabarlah. Jalan dakwah mungkin sepi, tapi kita harus tetap berdiri.
v Citra diri manusia bukan pada saat ia berdiri di hadapan banyak orang. Saat identitas dirinya larut dalam kebanggaan. Saat keheningan terkalahkan oleh gemerlap pujian. Saat kata-kata menyeru dengan lantang dan membuat kagum banyak orang. Tapi citra diri manusia adalah saai ia berdiri di hadapan Tuhan-Nya. Saat ia sedang sendiri di kamar-kamar kesunyiannya. Secepat apakah ia salat ketika ia sedang sendiri? Sefasih apakah ia tilawah saat ia sedang sendiri? Dan apa yang ia banggakan ketika ia sedang sendirian? Sungguh, kita hanya punya satu kebanggaan: Al Isti’laul iman! Kebanggaan iman!
v Letih takkan pernah sanggup meruntuhkan gelora jiwa muda yang mengangkasa. Peluh takkan pernah jadi sandungan saat cita muda terus melengking membelah langit. Raga takkan pernah pudar saat tekad muda berkoar lantang menamparnya. Rapuh takkan pernah singgah dikala kesigapan selalu menyertai. Sombong takkan pernah tampak saat semuanya hanya dipersembahkan untuk-Nya.
v Ikhwah, dakwalah dengan tenang, namun tetap bergemuruh bagai tiupan angin topan yang menderu. Ikhwah, dakwalah dengan kerendahan hatimu, namun lebih perkasa dari keangkuhan gunung yang menjulang, ikhwah, jagalah diri agar selalu muthmainnah, tawadhu, dan terhindar dari kesombongan.
v Jika dakwah ibarat pohon, ada saja daun-daun yang berguguran. Tetapi pohon dakwah itu tidak pernah kehabisan cara untuk menumbuhkan tunas-tunas barunya. Sementara daun-daun yang berguguran tidak lebih hanya akan menjadi sampah sejarah.
v Karena cinta-Nya padamu, Dia percayakan amanh langit di bahumu. Karena cinta-Nya padamu, Dia pilihkan jalan kebaikan untukmu. Dan pernahkah kau bertanya: “ kenapa Ia memilihmu?” Karena Ia mencintaimu melebihi siapapun. Maka jangan sia-siakan amanahmu, karena Ia menjadikannya sebagai perantara learning process hidupmu, dan sunggu, hanya orang-orang terpilihlah yang dapat mengembannya.
v Pekerjaan-pekerjaan besar dalam sejarah hanya dapat diselesaikan oleh orang-orang yang memiliki naluri kepahlawanan, karena ia rela mengambil peran di tengah kesulitan, manapaki resiko disaat orang menghindar, meraih momentum saat manusia masih terkagum-kagum dan menyusun kerja besar saat orang lain belum tersadar.
v Da’I itu layaknya seorang dokter, harus tetap membantu orang yang sedang sakit sekalipun dirinya sedang sakit.
v Takkan kau capai kemuliaan itu hingga kau menelan pahitnya kesabaran. Sungguh perjuangan itu sukar sehingga tidak ada yang sabar menanggungnya kecuali jiwa-jiwa yang besar dan tegar.
v Kepada mereka yang senantiasa sabar dalam hidupnya, yang nafasnya sebuah perjuangan, yang degup jantungnya adalah pengorbanan, yang senyum dan marahnya untuk persaudaraan. Semoga Allah senantiasa melindungimu.
v Perbaharuilah semangat pengabdianmu pada Allah. karena samudra yang kau arungi sangat dalam dan luas. Ikhlaslah dalam beramal karena Sang Pengawas Maha Melihat dam Mendengar.
v Beban perjuangan Islam terlalu besar untuk dipikul oleh satu orang. Tujuan perjuangan Islam adalah menghancurkan jahiliyyah hingga ke akar-akarnya dan menggantinya dengan Islam. Ini membutuhkan tenaga, saran, dan upaya yang mustahil dapat dilakukan oleh satu orang. Bahkan kelelahan, ketabahan, dan kesulitannya tidak mungkin ditanggung kecuali oleh sebuah tanzim haroki yang memiliki kualitas yang layak menghadapinya, baik dalam kesadarn, organisasi, maupun kemampun. ( Fathi Yakan)
v Istiqomah…bukan sebuah kata yang ditunggu hingga datang begitu saja. Tapi ia adalah sebuah perjuangan dan kerja keras yang diraih, diusahakan, dan dijaga dengan sepenuh hati. Dekati kembali Robb mu dengan penuh keikhlasan dan mintalah ia menjagamu dengan cinta-Nya.
v Keajaiban usaha dakwah adalah ibarat batu yang dilempar ke danau, riaknya akan sampai ke tepian. Jadi biarlah diri kita menjadi salah satu dari batu itu, yang tanpa berharap akan menyentuh air yang menjadi sasaran kita, karena kita tidak pernah tahu dimanakah tepatnya sasaran itu berada. Namun, biarlah harapan selalu berbunga. Semoga tetesan hidayah itu turun dalam doa dan usaha kita. Never ending fight!
v Ketahuilah oleh kalian bahwa kunci kekuatan kalian adalah pada keikhlasan dan kesabaran. Sampai-sampai para pendukung kebathilan ingin menghimpun kekuatan dari keikhlasan mereka dalam melakukan kebathilan. Keikhlasan pada pengabdian kita di jalan inilah yang akan mengokohkan dakwah kita.
v Bila semua karena Allah, seberat apapun beban kita akan terasa ringan. Bila semua karena Allah, keruhnya hati akan berubah menjadi telaga bening yang menyejukkan jiwa. Bila semua karena Allah, takkan habis waktu terbuang percuma dan pasti akan ada saja waktu untuk kita tunaikan amanah yang dipercayakan Allah pada kita. Bila semua karena Allah, hidup ini akan terasa sangatlah istimewa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Itu Aku Menemukannya

Ya Allah, hari itu aku menemukannya, sosok yang kata-katanya membuatku terbuai, jiwa yang santunnya membuatku tersentuh, dan pesona yang hatinya membuatku enggan untuk tidak memercayainya. Syukurku selalu pada-Mu ya Allah, sebab Kau telah memberiku kesempatan dan kepercayaan atas titipan cinta-Mu yang kian aliri diriku untuk terus dan terus tanpa henti dan tak lelah menanti hanya dengan membawa satu makna bahwa aku adalah seorang yang sangat memedulikannya. Kuharap Engkau selalu membimbingku ya Allah, agar suatu saat ketika semua ini harus kutinggalkan, sebentuk kata akan mengiriku, menemaniku, dan meyakinkan jiwaku bahwa aku telah membuatnya berarti. Aku tahu bahwa pada suatu saat nanti aku harus pergi. Juga kutahu bahwa aku harus meninggalkannya, namun Ya Rabb wahai Zat yang Mahakuasa…. Tidakkah Engkau melihat…? Tidakkah Engkau mendengar…? Bahwa tak pernah kulewatkan satu saat pun dalam segala shalat dan tahajudku untuk tidak meminta yang terbaik untuknya kepada-Mu?...

Surat Untuk Quthz #2

Qutz, Aku menyusuri kembali jalan-jalan di mana kita pernah menyejajari langkah kita sambil kau tak henti merapal kisah dan peristiwa. Di salah satu toko buku kau pernah memaksaku membeli Api Sejarah. Kupikir, untuk apa lagi aku membelinya jika setiap halaman dalam buku tersebut bisa kudengar darimu secara detil. Tapi kau tau, diam-diam aku membelinya. Benar, ada perasaan yang tidak kau temukan dibandingkan berkomunikasi langsung dengan sang penulis melalui tulisannya. Kupikir, itu hanya karena style belajarku dan belajarmu saja yg cukup sama. Orang lain bisa jadi tak sama dengan kita.  Hampir setahun. Toko buku di persimpangan sudah ada beberapa yg tutup.  Banyak yg hilang dari kita, Quthz. Bukan hanya tentang menghabiskan waktu di HB Jassin, Masjid Amir Hamzah, atau menghentikan angkutan umum dari Atrium, menyusuri Kramat Raya menuju perpustakaan Dewan Dakwah.  Yang hilang dari kita, menyegerakan amal atas ilmu yang sudah diketahui. Rasa-rasanya, aku rindu petang mu...

Memori Emas

Suatu saat nanti, aku tau kalian akan menjelma sosok yang tidak lagi bersamaku. Sekedar mendengar bacaan qur'an mu yang semakin lancar, hafalan qur'an mu atau seperti yang kamu katakan "kak, hari ini saya muroja'ah saja" Ekspresi mu yang sesekali tersenyum malu-malu setiap ku tanya "sudah solat ashar? Tadi sholat zuhur? Subuh?" Ah kakak kenapa setiap hari menanyakan itu. Dulu, saat awal-awal. Tapi semakin kesini, justru kalian yang mengingatkan jika aku sengaja atau tanpa se ngaja tidak bertanya "ka, engga ditanya udah sholat atau belum nih?" Boleh aku mengartikan itu sebuah kerinduan? Jika satu saat nanti dan aku tau kita tak bersama lagi, mungkin aku akan merindukan saat petang lalu kita menatap senja lama-lama di atas danau sambil melantunkan zikir pagi dan petang yang belum separuhnya kalian hafal. Juga tentang tanya-tanya ingin tahu kalian, "ka, di akhirat nanti apa kita bisa ngaji bareng-bareng lagi?Ngaji bareng di pin...