Langsung ke konten utama

Postingan

Sabar itu...

Sabar itu adikku,adalah obat.  Meski pahit,ia menyembuhkan.  menyembuhkan jiwa yg tengah luka. Adikku, aku tak mengenalmu kecuali adalah sebagai cinta, yang ceria,sekaligus tegar Tegarlah matahariku : To my beloved sister

Lagi, untuk Abang

Abang, Maafin De belum bisa merela. Menerima seppenuhnya ketetapan Rabb kita Menerima sepenuhnya...bahwa abang tak lagi disini..di dunia ini. Maafin De yang dari dulu selalu tak bisa jauh dari abang, bahkan sampai saat ini... sampai saat ini... De mencintai Abang karena Allah... Doakan semakin ikhlas akan segala ketetapanNya. Cita kita tetap satu jua abang, ini kan nasyid yang dulu sering kita senandungkan?

Hari Itu Aku Menemukannya

Ya Allah, hari itu aku menemukannya, sosok yang kata-katanya membuatku terbuai, jiwa yang santunnya membuatku tersentuh, dan pesona yang hatinya membuatku enggan untuk tidak memercayainya. Syukurku selalu pada-Mu ya Allah, sebab Kau telah memberiku kesempatan dan kepercayaan atas titipan cinta-Mu yang kian aliri diriku untuk terus dan terus tanpa henti dan tak lelah menanti hanya dengan membawa satu makna bahwa aku adalah seorang yang sangat memedulikannya. Kuharap Engkau selalu membimbingku ya Allah, agar suatu saat ketika semua ini harus kutinggalkan, sebentuk kata akan mengiriku, menemaniku, dan meyakinkan jiwaku bahwa aku telah membuatnya berarti. Aku tahu bahwa pada suatu saat nanti aku harus pergi. Juga kutahu bahwa aku harus meninggalkannya, namun Ya Rabb wahai Zat yang Mahakuasa…. Tidakkah Engkau melihat…? Tidakkah Engkau mendengar…? Bahwa tak pernah kulewatkan satu saat pun dalam segala shalat dan tahajudku untuk tidak meminta yang terbaik untuknya kepada-Mu?...

Hatimu, Ciptaan Istimewa

Pada akhirnya aku tau, segala kesedihan dan setiap resah yang pernah membuncah... semua hanya akan menjadi masa lalu.  Jika begitu...kenapa tak menjalani sesuatu dengan apa adanya? Memang kesedihan yang amat mendalam begitu terasa saat pertama kali guncangan mengahmpiri, pun kita tak bisa melupakan begitu saja semua yang telah terjadi. Ada kepingan-kepingan yang rasanya sulit sekali tuk ditata kembali. Menata perasaan seperti awal adanya. Ah, tapi mana bisa, sedang pasti ada kepingan-kepingan yang rusak yang belum tentu bisa diperbaiki. Aku tau itu. Memperbaiki perasaan yang hancur? Dalam sekejap? Bagaimana bisa? Tapi...ku rasa hati kita adalah ciptaan Istimewa Tuhan Pemilik Segala. Disana ada ruang dimana penerimaan akan segala yang terjadi. Penerimaan...untuk kemudian kita memahami bahwa kesedihan adalah niscaya, tapi penerimaan terkadang atau bahkan memang harus kita usahakan. Selanjutnya, disitu selalu ada nurani, yang kan membantumu tuntun hidupmu selanjutnya.